Sep 29, 2014

Ringkasan Artikel Ilmiah: “Historical biogeography: A review of its basic concepts and critical issues”

Saya merangkum sebuah artikel ilmiah berjudul "Historical biogeography: A review of its basic concepts and critical issues" (Posadas, P., J. V. Crisci & L. Katinas. 2006. Historical biogeography: A review of its basic concepts and critical issues. Journal of Arid Environments. 66: 389—403).

Inilah pertanyaan-pertanyaan yang ingin dijawab penulis melalui studi literaturnya: “Bagaimana perkembangan dan status terkini dari biogeografi sejarah?”. Secara lebih mendetail, artikel ini ingin menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut: “Bagaimana perkembangan pemikiran dalam biogeografi sejarah sejak awal kemunculannya pada lebih dari dua abad yang lalu?”, “Apa saja konsep dasar dari masing-masing pendekatan biogeografi?”, dan “Apa saja isu-isu penting dalam biogeografi sejarah serta bagaimana cara mengatasinya?”. Metode yang digunakan ialah metode deskriptif analisis dengan studi literatur. Data-data hasil studi literatur ditinjau ulang dan dianalisis untuk kemudian dapat ditarik suatu kesimpulan.

Biogeografi, ilmu mengenai distribusi organisme, merupakan suatu disiplin ilmu yang sangat kompleks, yang terdiri atas studi-studi deskriptif serta interpretatif. Dalam biogeografi interpretatif, terdapat dua rumpun yang berkembang, yaitu biogeografi geografi sejarah dan biogeografi ekologi, di mana perbedaan utama di antara keduanya terletak pada skala waktu. Selama lebih dari 200 tahun sejak kemunculannya, sejarah biogeografi telah melewati berbagai perkembangan yang sangat luar biasa dalam hal pondasi, konsep dasar, metode, dan hubungannya dengan disiplin ilmu biologi lainnya.

Terdapat evolusi pemikiran dalam sejarah biogeografi. Pada abad ke-18 dan 19, pemikiran tentang biogeografi hanya berkembang dalam lingkup konsep geografi statis, sementara pada paruh kedua abad ke-20 pemikiran tersebut mengalami perkembangan yang sangat cepat; ditandai dengan munculnya berbagai pendekatan baru yang banyak dipengaruhi sistematika filogenetik, tektonik global, serta sistematika molekuler. Sementara itu, konsep-konsep dasar biogeografi sejarah tercakup ke dalam sembilan pendekatan berikut: pusat asal-usul dan dispersal, biogeografi filogenetik, area ancestral, panbiogeografi, biogeografi kladistik, analisis parsimoni dan endemisitas, metode event-based, filogeografi, dan biogeografi eksperimental. Kemudian, terdapat beberapa isu penting dalam biogeografi sejarah, yaitu (1) masalah pertentangan dalam biogeografi ekologi dan biogeografi sejarah (2) masalah dalam hal metode (3) masalah mengenai waktu,  dan (4) peranan biogeografi dalam konservasi biodiversitas, sehingga dibutuhkan suatu kerangka pemikiran konseptual yang baru yang dapat mengatasi berbagai permasalahan tersebut.

Biogeografi merupakan disiplin ilmu yang sangat kompleks. Biogeografi sejarah merupakan perpaduan dari ilmu geologi, geografi, dan biologi, dan perkembangannya sangat terpengaruh oleh paradigma yang berkembang dari bidang-bidang tersebut. Metode dalam biogeografi sejarah yang sangat beragam memang menjadikan metode-metode tersebut dapat diterapkan pada kondisi yang berbeda-beda, namun ternyata keragaman tersebut juga dapat menjadi sumber dari berbagai permasalahan.

No comments:

Post a Comment