Jan 9, 2014

Forever Young or Forever Childish? A Short Note To Self.

"Growing old is mandatory, growing up is optional." 

Agreed. As we (literally) grow old, some of us choose to be 'forever young' while some others choose to 'grow up'.
Everyone has a right to choose, of course.  
And so do I.

I choose to be youthful.
I wanna be forever young.
But I have to bear in mind, that no matter how youthful I am (or I think I am), maturity of thinking is needed. Being youthful and being childish are two different things. 

All of a sudden a nice quote from Daniel Prokop crossed my mind.
"In a desperate attempt to stay young forever, we have achieved eternal childishness, rather than eternal youth."

Well said.

Jan 8, 2014

Renungan Pergantian Tahun

Setiap pergantian tahun tiba, ada beberapa pertanyaan yang jamak dipertanyakan, yakni tentang pencapaian apa saja yang berhasil tercapai di tahun lalu, hal-hal apa saja yang belum dicapai pada tahun lalu, serta apa keinginan ataupun  resolusi di tahun yang baru. Biasanya, saya tak pernah benar-benar menuliskan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut. Kali ini, saya ingin mencoba merekamnya dalam bentuk tulisan supaya mungkin suatu hari nanti dapat mengingatkan kembali akan tujuan-tujuan saya.

Oke, berikut ini merupakan pencapaian terbesar saya pada tahun 2013 berikut segelintir cerita di baliknya.
  • Saya berhasil menyelesaikan penelitian saya tepat waktu. Saya sempat pesimis apakah penelitian saya akan molor karena ada beberapa masalah, utamanya dalam hal mengumpulkan masyarakat lokal untuk diskusi kelompok fokus. Keajaiban demi keajaiban terjadi pada injury time --mungkin akan saya ceritakan tentang pengalaman saya di lokasi penelitian di lain kesempatan-- penelitian saya pun bisa tuntas. Saya kira, ada campur tangan Semesta di sini.
  • Saya resmi menjadi Magister Sains pada bulan Agustus, setelah menjalani seminar hasil pada bulan Juni dan seminar sidang pada bulan Juli. Dan alhamdulillah puji syukur, selain lulus tepat waktu, saya memperoleh bonus cum laude. Saya anggap ini sebagai reward terhadap apa yang saya lakukan selama dua tahun ini. Akan tetapi, saya tentu tidak ingin tenggelam dalam euforia. Apa yang terjadi pada hari kelulusan merupakan awal dari segalanya. Pun, saya sadar bahwa sebuah gelar merupakan suatu tantangan untuk diri saya sendiri agar saya dapat mempertanggungjawabkan gelar tersebut. 
  • Lebih kurang sebulan setelah hari wisuda, saya mendapat kesempatan mengajar di sebuah universitas. Walaupun bukan pengajar tetap, namun saya telah mulai memasuki dunia yang sebenarnya. Dunia yang pernah saya sebut sebagai "dunia orang dewasa". Akhirnya saya mengalami apa yang teman-teman sebaya saya rasakan, hehe...
  • Saya memperoleh gaji pertama saya. Saya memang belum pernah mencicipi dunia kerja sebelumnya, karena setelah lulus S1, saya langsung melanjutkan sekolah lagi. Hal pertama yang saya lakukan ialah mentraktir orang-orang terdekat saya. Percayalah, rasanya bahagia sekali! 
Selanjutnya, resolusi saya di tahun 2014. Terkadang orang menyamakan keinginan dengan resolusi. Saya sendiri mengartikan keduanya secara berbeda. Resolusi merupakan bagian dari keinginan. Dalam resolusi, saya menjalankan solusi dari hal-hal yang tidak tercapai pada tahun sebelumnya. Re-solusi. 
  • Hasil penelitian saya belum dipublikasikan pada jurnal ilmiah. Ini merupakan hal yang sangat mengganjal hati saya. Rasanya seperti memiliki utang kepada diri sendiri dan dua orang dosen pembimbing saya. Resolusi: membuat terjemahan hasil penelitian saya dan mengupayakan agar artikel saya dimuat di sebuah jurnal ilmiah. 
  • Saya belum mendapat pekerjaan yang benar-benar sesuai minat saya, yakni seorang dosen biologi ataupun menjadi peneliti. Resolusi: Mencari pekerjaan yang sesuai dan melamar pekerjaan pada posisi tersebut.
  • Saya merasa kegiatan berolahraga saya kurang optimal pada tahun 2013. Resolusi: Mengatur jadwal berolahraga. Olahraga yang sederhana saja, yang bisa dilakukan di rumah. 
  • Tahun-tahun lalu merupakan tahun di mana saya mengerahkan pikiran saya dalam hal akademis. Banyak hal yang terlupakan seperti memanjakan diri dengan berlibur, menggambar, mengunjungi acara musik, dan sebagainya. Resolusi: Perbanyak vakansi di waktu-waktu senggang, kunjungi tempat-tempat baru, bertemu orang-orang baru, dan sebagainya. Yosh!
  • Tahun lalu, pustaka yang saya baca umumnya merupakan buku-buku dan jurnal ilmiah terkait penelitian saya. Tahun ini, bahan bacaan saya harus lebih variatif. Resolusi: Banyak membaca buku lintas bidang.
  • Tahun lalu memang salah satu pencapaian terbesar saya berhasil dicapai. Tahun ini, saya ingin pencapaian dalam hal lain, yakni dapat membahagiakan diri saya dan orang-orang yang saya sayangi.
Semoga apa yang saya harapkan dapat menjadi kenyataan. Selamat Tahun Baru 2014!