Dec 26, 2013

Tentang Damai

Hari ini, 26 Desember 2013. Masih dalam suasana Natal.

Bagi saya, Natal merupakan momentum yang tepat untuk merenungkan kembali esensi "kedamaian". Duapuluh lima Desember tahun lalu, saya masih berada di Bali untuk melakukan penelitian. Saat itu, saya diundang ke rumah tetangga dari kantor tempat saya bermukim selama di sana. Mereka merupakan pasangan suami istri penganut Protestan. Selain saya, para tetangga yang lain pun diundang. Tujuan mereka mengundang kami, tentu untuk berbagi kebahagiaan. Kami pun makan bersama. Seraya menyantap makanan yang disajikan, saya merasakan timbulnya perasaan tenteram. Saya tatap satu per satu raut muka siapapun yang berada di ruangan itu. Semua menampakkan rona yang sama, rona bahagia. Saya tersenyum. Kami semua memang berbeda; saya yang Muslim dan keturunan Sumatera-Jawa, keluarga pengundang yang Kristiani dan berasal dari Manado-Korea, para tetangga yang merupakan umat Hindu-Bali. Ya, kami memang berbeda. Akan tetapi, perbedaan itu bukanlah hal yang bisa menjadi akar permasalahan untuk menebar kebencian, seperti yang marak diberitakan di berbagai media massa di negeri kita akhir-akhir ini. Perbedaan bisa menjadi sangat indah, jika kita mau. Perbedaan bisa membuat hati terasa damai, kalau kita mau. Sungguh, hari Natal pada saat itu merupakan Natal yang damai. Kedamaian yang diciptakan dengan begitu sederhana.

Duapuluh lima Desember tahun ini, saya tak lagi berada di dalam suasana multikultural seperti sebelumnya. Ada segelintir kemuraman yang hampir membuat Natal kali ini tidak membuat saya merasa damai. Namun, perasaan itu luntur seketika. Di sebuah angkutan umum, saya melihat seorang ibu yang sedang membawa anak-anaknya pergi ke pasar malam. Tawa lepas kedua bocah yang begitu bahagia karena bisa menikmati hari liburannya bersama sang ibu sontak menyadarkan saya. Tidak sepatutnya saya mengeluhkan hal yang dapat merusak nuansa yang semestinya damai di hari itu. Masih banyak hal lain yang indah di dunia ini, yang dapat membuat hati kita merasa damai. Sekali lagi, damai bisa dengan mudah tercipta, jika kita mau. Kedamaian yang diciptakan dengan sangat sederhana.

Selamat merayakan Hari Natal bagi teman-teman Kristiani. 
Semoga kita semua senantiasa diberkati kedamaian.

Mar 8, 2013

International Women's Day


To feed your mind with books is the one of the simplest ways to celebrate the International Women's Day.



Often we leave our appreciation unspoken, today we all say "Happy International Women's Day"!
Yatta!

Mar 3, 2013

Back To Earth

I've been standing alone here, on an unknown spinning asteroid. 
You left me while I was lost in euphoria.
And oxygen from my oxy-tank is starting to run out. 
Dizzy. 
Light-headed. 
Breathless.
Dear you, who brought me to the outer space...
would you please bring me back home? 
I wanna go back. 


To Earth. 

Me and Korean Drama

Here the story goes.

My two younger sisters Resna, Devira, and I were so bored that we decided to watch some DVDs. They told and insisted me on watching Korean or Japanese dramas. Seemed like they really wanted me to do so. I told my sisters I'd never been into Korean dramas so I chose the Japanese one instead. But unfortunately, Proposal Daisakusen, the DVD we were going to watch was being borrowed by Resna's friend. There was no choice but to watch Korean drama just like what my sisters wanted. 

"Dek, I can watch Korean drama, but there are things you have to keep in mind. First, I don't want a drama consisting of too many episodes, kay. Second, I don't like an ordinary love story." Knowing that, Resna suggested that I watch a Korean drama titled "49 Days". FYI, this is the third Korean drama I've ever watched, after Endless Love (when I was a senior high school student) and Full House (when I was a high school student). Cool. Ummm. I don't intend to tell you the story nor the summary here, you can just google it if you want. All I wanted to say is, and I have to admit that, the story is unpredictable (in spite of the storyline that doesn't make sense, of course, hehe). I cried, like, several times! My sisters looked so satisfied seeing me crying like that. Hah. I know. That was kind of embarrassing. I used to tease them I said, "there's no use crying over Korean dramas" and what happened next is I cried a lot. Haha. Damn, you two! Then, they laughed out loud. What an achievement.

The next day, with a smirking smile, Resna offered me to watch another Korean drama again. As I had nothing else to do, I nodded. The title is Baker King. Hm, I remembered the days before, when my sisters watched the drama, I was asking the title of the drama and they said, "Baker King". I laughed again and replied, "Hahaha... what? Raja Roti?" Long story short, I finally watched the so-called Baker King drama. And yeah, I couldn't hold my tears. Again. I had even been galau-ing over the drama for a couple of days since the last day I watched it. Haha...

Never judge something if you know nothing. Lesson learned.

Feb 27, 2013

Voila! Totes

Voila! Totes merupakan proyek handmade tote bag saya. Proyek ini berdiri pada penghujung 2011, bermula dari gagasan bahwa tote bag bukan hanya sekedar tas jinjing yang (pada saat itu) lebih dikenal untuk membawa barang belanjaan. Padahal, jauh sejak lama tote bag merupakan tas sederhana yang multifungsi. Kebetulan pula, saya memang senang menggambar iseng. Untuk itu, tercetuslah ide membuat proyek yang menggabungkan antara seni dan tote bag yang multifungsi itu sendiri. Dan, dibantu oleh pacar saya... Voila! Terbentuklah proyek yang lebih senang saya sebut sebagai proyek senang-senang dan kecil-kecilan ini. 

Ilustrasi desainnya dibuat secara manual dengan tangan saya sendiri, terinspirasi dari apapun yang muncul di kepala saya. Oleh karena itu, ia juga bisa menjadi semacam galeri berjalan dari gambar (iseng-iseng) saya. 

Selain itu, saya juga ingin menebarkan semangat diet kantong plastik. Semenjak kampanye-kampanye mengenai pemanasan global digaungkan, tote bag telah menjadi semacam eco-friendly item di banyak tempat. Jadi dengan Voila! Totes, mereka yang lebih senang menggunakan tote bag sebagai pengganti kantong plastik pun bisa mendapatkan tote bag dengan desain yang unik. Hehe..

Voila! Totes and my papercrafts.