Sep 29, 2014

Ringkasan Artikel Ilmiah: “Experimental Zoogeography of Islands: The Colonization of Empty Islands”

Saya mencoba merangkum sebuah artikel ilmiah berjudul "Experimental Zoogeography of Islands: The Colonization of Empty Islands" (Simberloff, D. S. & E. O. Wilson. 1969. Experimental zoogeography of islands: The colonization of empty islands. Ecology50(2): 278289).

Secara keseluruhan, peneliti ingin menguji teori keseimbangan biogeografi pulau MacArthur dan Wilson (1967), melalu pertanyaan-pertanyaan berikut: “Bagaimanakah proses rekolonisasi yang terjadi pada pulau yang kosong (telah dikosongkan)?”, “Bagaimanakah cara memberikan kriteria yang digunakan untuk menghitung spesies yang berkolonisasi?”, dan “Apakah eksperimen yang dilakukan sesuai dengan teori keseimbangan biogeografi pulau?”

Dalam teori MacArthur-Wilson tersebut, dasar kehidupan suatu pulau ditentukan oleh hubungan spesies-area, efek isolasi, dan pergantian spesies. Ternyata, diperlukan suatu studi lebih lanjut untuk menguji dan mengembangkan aspek-aspek dalam teori tersebut. Untuk itu, Simberloff dan Wilson melakukan eksperimen dengan memberikan perlakuan berupa defaunasi (dengan fumigasi metil bromida) pada enam pulau mangrove kecil di Teluk Florida, untuk melihat kembali proses rekolonisasi dan menguji kebenaran teori keseimbangan biogeografi pulau.

Metode yang digunakan ialah dengan melakukan eksperimen yang berulang dan terkontrol, menganalis imigrasi dan proses kepunahan dari spesies berdasarkan survey dan observasi langsung, mendiskusikan kriteria yang digunakan untuk menghitung spesies, serta mendiskusikan proses rekolonisasi yang terjadi.

Hasil penelitian yang dilakukan oleh Simberloff dan Wilson ini mendukung teori keseimbangan biogeografi pulau MacArthur-Wilson tersebut. Dalam penelitian mereka, diperoleh hasil bahwa: (1) baik data hasil observasi maupun data iklim menunjukkan bahwa musim hanya sedikit berpengaruh terhadap kurva kolonisasi spesies vs waktu, (2) selama 250 hari setelah defaunasi, seluruh pulau yang diberi perlakuan (kecuali pulau terjauh) memperoleh jumlah dan komposisi spesies fauna yang sama dengan pulau yang tidak diberi perlakuan (distance effect), (3) kurva kolonisasi ditambah hasil observasi statis pada pulau yang tidak diberi perlakuan mengindikasikan kuat bahwa angka keseimbangan dinamis spesies berlaku untuk setiap pulau, (4) kepunahan dari koloni awal kemungkinan disebabkan oleh faktor fisik dan hanya sedikit yang disebabkan oleh kompetisi dan predasi, dan (5) laju pergantian (turnover rate) yang diamati cukup tinggi dan menunjukkan kesesuaian dengan laju pergantian yang diturunkan dari model keseimbangan MacArthur-Wilson.

No comments:

Post a Comment