Saya mencoba merangkum sebuah artikel ilmiah berjudul "Experimental Zoogeography of Islands: The Colonization of Empty Islands" (Simberloff, D. S. & E. O. Wilson. 1969. Experimental zoogeography of islands: The colonization of empty islands. Ecology. 50(2): 278—289).
Secara keseluruhan, peneliti ingin menguji teori keseimbangan
biogeografi pulau MacArthur dan Wilson (1967), melalu pertanyaan-pertanyaan berikut: “Bagaimanakah proses rekolonisasi yang terjadi pada
pulau yang kosong (telah dikosongkan)?”, “Bagaimanakah cara memberikan kriteria
yang digunakan untuk menghitung spesies yang berkolonisasi?”, dan “Apakah
eksperimen yang dilakukan sesuai dengan teori keseimbangan biogeografi pulau?”
Dalam teori MacArthur-Wilson tersebut, dasar kehidupan suatu pulau ditentukan oleh hubungan
spesies-area, efek isolasi, dan pergantian spesies. Ternyata, diperlukan suatu
studi lebih lanjut untuk menguji dan mengembangkan aspek-aspek dalam teori
tersebut. Untuk itu, Simberloff dan Wilson melakukan eksperimen dengan
memberikan perlakuan berupa defaunasi (dengan fumigasi metil bromida) pada enam
pulau mangrove kecil di Teluk Florida, untuk melihat kembali proses rekolonisasi
dan menguji kebenaran teori keseimbangan biogeografi pulau.
Metode yang digunakan ialah dengan melakukan eksperimen
yang berulang dan terkontrol, menganalis imigrasi dan proses kepunahan dari
spesies berdasarkan survey dan observasi langsung, mendiskusikan kriteria yang
digunakan untuk menghitung spesies, serta mendiskusikan proses rekolonisasi
yang terjadi.
Hasil penelitian yang dilakukan oleh Simberloff
dan Wilson ini mendukung teori keseimbangan biogeografi pulau MacArthur-Wilson tersebut. Dalam penelitian mereka, diperoleh
hasil bahwa: (1) baik data hasil observasi maupun data iklim menunjukkan bahwa
musim hanya sedikit berpengaruh terhadap kurva kolonisasi spesies vs waktu, (2)
selama 250 hari setelah defaunasi, seluruh pulau yang diberi perlakuan (kecuali
pulau terjauh) memperoleh jumlah dan komposisi spesies fauna yang sama dengan
pulau yang tidak diberi perlakuan (distance
effect), (3) kurva kolonisasi ditambah hasil observasi statis pada pulau
yang tidak diberi perlakuan mengindikasikan kuat bahwa angka keseimbangan
dinamis spesies berlaku untuk setiap pulau, (4) kepunahan dari koloni awal
kemungkinan disebabkan oleh faktor fisik dan hanya sedikit yang disebabkan oleh
kompetisi dan predasi, dan (5) laju pergantian (turnover rate) yang diamati cukup tinggi dan menunjukkan kesesuaian
dengan laju pergantian yang diturunkan dari model keseimbangan MacArthur-Wilson.
No comments:
Post a Comment