Berbicara tentang bahasa, sewaktu saya sekolah dulu, bahasa Indonesia merupakan salah satu mata pelajaran yang saya sukai, selain biologi dan sejarah. Saya termasuk beruntung karena sedari kecil, ayah saya sudah mengajarkan betapa pentingnya mempelajari bahasa Indonesia, berikut dengan penggunaannya.
Penggunaan bahasa yang baik dan benar tentu disesuaikan dengan situasi dan ranahnya, baik formal atau nonformal. Dengan siapa kita menuturkan bahasa tersebut turut pula menentukan bahasa yang kita gunakan saat itu. Bahasa yang dipakai ketika menulis di media sosial tentu berbeda dengan bahasa yang digunakan saat menulis jurnal ilmiah.
Seorang dosen pernah berkata, sebagai alat komunikasi, bahasa dapat menunjukkan logika berpikir seseorang. Dalam bidang sains, khususnya, beliau menekankan bahwa penggunaan bahasa yang tepat amatlah penting bagi seorang ilmuwan untuk dapat mengomunikasikan hasil temuannya tanpa menimbulkan miskonsepsi.
Bahasa Indonesia memang tampak sederhana. Sepintas, ia hanya dipandang sebatas bahasa dengan tata bahasa dan pelafalan yang mudah. Saya setuju dengan premis ini, jika sekadar dihadapkan pada penggunaannya dalam ranah percakapan yang kasual. Sesungguhnya, jika ditelisik lebih jauh, bahasa Indonesia sangatlah kompleks. Oleh karena itu, sebagai seseorang yang bukan ahli bahasa, saya masih terus mempelajari bahasa Indonesia hingga sekarang. Apalagi, saya percaya bahasa ialah sebuah sistem yang senantiasa berkembang seiring dengan berkembangnya zaman.
Pekerjaan saya saat ini menuntut penggunaan bahasa Inggris secara lisan dan tulisan dengan kadar yang amat tinggi, setiap harinya. Dampaknya, tak jarang saya melontarkan kalimat bahasa Inggris di luar lingkungan pekerjaan, terutama di media sosial, hehe. Sebetulnya alasan terbesar saya ialah karena saya ingin banyak teman saya yang tidak berbahasa Indonesia dengan mudah memahami apa yang saya tulis. Itu saja. Meskipun demikian, sebisa mungkin, saya pribadi memilih untuk tidak mencampurbaurkan bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia dalam satu kalimat yang sama, terlebih dalam ranah formal. Lagi-lagi, semua disesuaikan dengan suasana dan ranahnya, ya.
No comments:
Post a Comment