Jun 4, 2012

Konsep Spesies

"Spesies adalah tingkatan takson di bawah genus yang memiliki bentuk serupa."

Definisi spesies tersebut merupakan definisi yang saya pegang sejak duduk di bangku sekolah dasar hingga sekolah menengah. Jadi, jika ada dua organisme yang sama-sama berukuran besar, memiliki belalai dan gading, bertelinga lebar, maka kedua hewan tersebut merupakan satu spesies, yakni gajah atau Elephas maximus

Tapi sebetulnya, apa itu spesies? Kapan organisme X dikatakan satu spesies dengan organisme Y? Berikut akan saya paparkan tiga konsep spesies yang paling umum, yakni biological species concept, morphological species concept, dan phylogenetic species concept.

Pertama, morphological species concept. Batasan spesies dalam konsep tersebut hanyalah perbedaan morfologi. Jadi, organisme X dan Y dikatakan satu  spesies jika memiliki bentuk fisik yang serupa. Morphological species concept banyak digunakan untuk organisme yang sudah mati, punah atau sudah menjadi fosil, atau juga organisme dengan kompatibilitas reproduksi yang belum diketahui. Memang, konsep tersebut merupakan konsep yang paling mudah diterapkan. Akan tetapi, nyatanya konsep tersebut memiliki banyak kekurangan, seperti timbulnya species complex. Dalam species complex, ada organisme-organisme dengan bentuk fisik yang sama, namun ternyata bukan berasal dari spesies yang sama, atau sebaliknya. 

Yang kedua, biological species concept (Mayr 1942). Berdasarkan konsep tersebut, spesies didefinisikan sebagai anggota populasi yang dapat bereproduksi secara alami dan menghasilkan keturunan yang fertil. Konsep spesies tersebut banyak digunakan oleh para ahli zoologi. Pernah mendengar mule? Mule merupakan hasil perkawinan antara dua spesies yang berbeda, yaitu kuda (Equus caballus) dan keledai (Equus asinus). Kuda yang memiliki 64 kromosom dikawinkan dengan keledai yang memiliki 63 kromosom, menghasilkan mule yang steril (tidak fertil) dengan jumlah kromosom sebanyak 62. Dalam hal ini, mule tidak dapat dikategorikan sebagai satu spesies, ia biasa disebut sebagai hibrid. Walaupun biological species concept mudah dimengerti, nyatanya definisi tersebut tidak dapat diterapkan pada organisme yang hanya umumnya bereproduksi secara aseksual, seperti bakteri, alga, dan fungi.

Seekor mule.

Konsep ketiga, phylogenetic species concept. Dalam konsep tersebut, spesies merupakan ujung dari pohon filogeni, yakni sekelompok organisme yang memiliki nenek moyang bersama dan dapat dibedakan dari kelompok lainnya. Organisme yang merupakan satu spesies merupakan organisme-organisme yang memiliki kekerabatan genetik paling dekat (genetically closely related). Konsep tersebut pun dapat dengan mudah diterapkan secara luas, namun sayangnya data filogeni setiap spesies masih belum lengkap.

Lalu timbul pertanyaan yang menggelitik, kapan kita menggunakan konsep pertama, kedua, atau ketiga? Dalam suatu penelitian, peneliti menggunakan konsep spesies berdasarkan pada fokus penelitian tersebut. Akan tetapi, untuk berbagai tujuan dan komunikasi bagi masyarakat umum, konsep yang kedua, biological species lah yang banyak digunakan.

No comments:

Post a Comment